Tugas

 C. Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot

Kegiatan 1: Mengidentifikasi Struktur Teks Anekdot

Nama:learine aprilya salombe

Kelas:x mipa 4

Tugas: Halaman 93

Analisislah struktur anekdot lainnya

Judul anekdot: Dosen yang juga Menjadi Pejabat

•Struktur:

1. Abstraksi

    Isi: Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.

2. Orientasi

    Isi: 

Tono: "Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri."

Udin: "Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton."

3. Krisis

    Isi:

Tono: "Ya, Udin tahu sebabnya."

Udin: "Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri."

Tono: "Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat."

4. Reaksi

    Isi:

Udin: "Loh, apa hubungannya."

Tono: "Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain."

5. Koda

    Isi:

Udin: "???"


Kegiatan 2: Mengenal Berbagai Pola Penyajian Teks Anekdot


Tugas: Halaman 94

Coba bandingkn bagaimana penulisan kalimat langsung dalam anekdot berikut ini.


Dalam bentuk narasi:

 Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi. "apakah benar", teriak Jaksa, "bahwa anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini? "

Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pernyataan. "Bukankah benar bahwa anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini? " ulang pengacara. 

Saksi masih tidak menggapai.

Akhirnya, hakim berkata "Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa."

"Oh, maaf. " Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim, "Saya Pikir dia tadi berbicara dengan anda. "


Dalam bentuk dialog:

Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi.

Jaksa: "Apakah benar, bahwa anda menerima lima ribu dollar untuk berkompromi dalam kasus ini?"

Saksi: (menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan).

Jaksa: "Apakah benar, bahwa anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?"

Saksi: (tidak menanggapi)

Hakim: "Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa."

Saksi: (kaget) "Oh, maaf. Saya pikir dia tadi berbicara dengan anda."



Kegiatan 3: Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot 


Tugas: Halaman 96

Bacalah kembali anekdot berjudul Aksi Maling Tertangkap CCTV dan Dosen yang Menjadi Pejabat. Kemudian analisislah unsur kebahasaannya.

Judul Anekdot: Aksi Maling Tertangkap CCTV

1. •Unsur kebahasaan: Kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu

 •Contoh Kalimat: Seorang warga melapor kemalingan.


2. •Unsur Kebahasaan: Kalimat retoris

•Contoh kalimat: "Kemalingan kok beruntung?" dan "Sudah minta izin malingnya untuk merekam?"


3.•Unsur Kebahasaan: Konjungsi yang menyatakan hubungan waktu

•Contoh kalimat: tidak ada


4. •Unsur Kebahasaan: Penggunaan kata kerja aksi

•Contoh Kalimat: "Iya pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya."


5. •Unsur Kebahasaan: Kalimat perintah

•Contoh Kalimat: "Itu ilegal, Anda saya tangkap."


6. •Unsur Kebahasaan: Kalimat seru

•Contoh Kalimat: "Belum..." (sambil menatap polisi dengan penuh keheranan).


Judul anekdot: Dosen yang Menjadi Pejabat

1. •Unsur Kebahasaan: Kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu

•Contoh Kalimat: Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.


2. •Unsur Kebahasaan: Kalimat retoris

 •Contoh Kalimat: "Saya heran dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri."


3.•Unsur Kebahasaan: Konjungsi yang menyatakan hubungan waktu

•Contoh Kalimat: tidak ada


4.•Unsur Kebahasaan: Penggunaan kata kerja aksi

•Contoh Kalimat: "Saya heran dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri."


5.•Unsur Kebahasaan: Kalimat perintah

•Contoh Kalimat: "Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton."


6.•Unsur Kebahasaan: Kalimat seru

•Contoh Kalimat: "Loh, apa hubungannya."




D. Menciptakan Kembali Teks Anekdot dengan Memerhatikan Struktur dan Kebahasaan

Kegiatan 1: Menceritakan Kembali Isi Anekdot dengan Pola Penyajian yang Berbeda


Tugas: Halaman 99

Untuk dapat lebih memahami bagaimana penggunaan kalimat langsung dalam anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog dan dalam bentuk narasi, lakukan kegiatan berikut ini.

1. Ubahlah penyajian anekdot Aksi Maling Tertangkap CCTV dari bentuk dialog ke dalam bentuk narasi seperti prnyajian anekdot Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korpusi.

2. Ubahlah penyajian anekdot Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, dari bentuk narasi ke bentuk dialog seperti penyajian anekdot Aksi Maling Tertangkap CCTV


1. Judul anekdot: Aksi Maling Tertangkap CCTV

Narasi:

Seorang warga melapor kemalingan kepada kepolisian.

"Pak saya kemalingan," lapornya. "Kemalingan apa?" tanya Polisi. 

"Mobil Pak. Tapi saya beruntung Pak...," jawab pelapor dengan tersenyum. Polisi bingung mendengar cerita pelapor.

"Kemalingan kok beruntung?" tanya Polisi. "Iya pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya." 

"Sudah minta izin malingnya untuk merekam?" tanya Polisi. 

"Belum...," jawab pelapor sanbil menatap polisi dengan penuh keheranan. 

"Itu ilegal. Anda saya tangkap," kata polisi. Pelapor bengong dan hanya bisa pasarh menerima kenyataan.


2. Judul anekdot: Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Dialog:

Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi.

Jaksa: "Apakah benar, bahwa anda menerima lima ribu dollar untuk berkompromi dalam kasus ini?"

Saksi: (menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan).

Jaksa: "Apakah benar, bahwa anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?"

Saksi: (tidak menanggapi)

Hakim: "Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa."

Saksi: (kaget) "Oh, maaf. Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda."


Kegiatan 2: Menyusun Teks Anekdot berdasarkan Kejadian yang Menyangkut Orang Banyak atau Perilaku Tokoh Publik


Tugas: Halaman 102

Sekarang, cobalah menyusun anekdotmu sendiri. Tema yang digunakan bisa kejadian sehari-hari dari perilaku orang terkenal. Jangan lupa memerhatikan isi dan kebahasaan dari anekdot yang kamu susun.

1. •Aspek: Menyusun Tema

•Isi: Perlakuan tukang kupat tahu yang membuat masinis khawatir.


2. •Aspek: Masalah yang dikritik

•Isi: Masinis yang menginjak rem dengan keras karena melihat tanda merah.


3.•Aspek: Humor/kelucuan.

•Isi:

Saat melihat tanda merah dikibas-kibaskan dari jauh, masinis kereta itu kaget lalu menginjak rem keras-keras.


4.•Aspek: Tokoh

•Isi: Tukang kupat tahu, dan Masinis kereta


5. •Aspek: Struktur

•Isi:

-Abstraksi

Pada suatu hari, seperti biasa, dari pagi sampai siang tukang kupat tahu berdagang di SMP 4 Tasikmalaya; jam 12 siang, dia biasanya menyusuri rel kereta untuk mengambil jalan pintas menuju ke lokasi dagang selanjutnya, yakni Pasar Pancasila.


-Orientasi

Pembeli terakhirnya membeli kupat tahu di sisi rel kereta.


 -Krisis

Melihat ada tanda merah dikibas-kibaskan dari jauh, masinis kereta itu kaget lalu menginjak rem keras-keras.


-Reaksi

Pertanyaan Masinis, “Ada apa, pak?”


-Koda

Seketika itu Masinis turun dari kereta dan memukuli tukang kupat tahu.


6. •Aspek: Alur

•Isi:

Tukang kupat tahu yang berjualan dipinggir rel kerata api. Pembeli terakhirnya membeli kupat tahu di sisi rel kereta. Sesudah pembeli terakhir itu selesai, tukang kupat tahu itu membersihkan piringnya yang berwarna merah lalu mengeringkannya dengan cara dikibas-kibaskan. Seketika masinis kereta itu kaget lalu menginjak rem keras-keras. Sangkanya ada hal darurat yang membahayakan.


7. •Aspek: Susunan anekdot

•Isi:

Pada suatu hari, seperti biasa, dari pagi sampai siang tukang kupat tahu berdagang di SMP 4 Tasikmalaya, jam 12 siang, dia biasanya menyusuri rel kereta untuk mengambil jalan pintas menuju ke lokasi dagang selanjutnya, yakni Pasar Pancasila.


Tetapi kebetulan hari itu, dagangannya sudah habis. Pembeli terakhirnya membeli kupat tahu di sisi rel kereta. Sesudah pembeli terakhir itu selesai, tukang kupat tahu itu membersihkan piringnya yang berwarna merah lalu mengeringkannya dengan cara dikibas-kibaskan.


Kebetulan lagi, saat itu ada kereta yang melintas. Melihat ada tanda merah dikibas-kibaskan dari jauh, masinis kereta itu kaget lalu menginjak rem keras-keras. Sangkanya ada hal darurat yang membahayakan. Lalu kereta berhenti tepat di samping tukang kupat tahu tadi.


Masinis:“Ada apa, pak?”

Tukang Kupat Tahu: “Gak ada apa-apa, pak, tinggal bumbunya saja.”

Seketika itu Masinis turun lalu memukuli tukang kupat tahu.

Komentar